-
Continue reading →: Takut salah saja itu sudah salah!
Rasa malu, takut salah, takut tidak diterima.. Itu wajar kok. Atasi semua itu dengan mencoba memulai. — Abah Hanif Mencoba lebih baik dari hanya bengong! Setiap orang pasti punya tumpukan ide dibenaknya, entah ia ingin berkarya, merubah dan memperbaiki sesuatu atau ingin mengejar cita-cita dan hobinya. Tapi hanya sedikit yang…
-
Continue reading →: Mengaji dan Mengkaji, Apa Bedanya?
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam | Manajemen Pendidikan Islam STAI Darussalam Kunir Saya pernah berbincang dengan seorang senior di HMI, beliau consern di bidang Pendidikan Islam. Ada bahasan yang menarik yang beliau sampaikan, di samping banyak pula ilmu yang saya ambil pada kesempatan obrolan itu. Mengaji…
-
Continue reading →: Mengenal Taksonomi SOLO; Belajar Bukan Sekadar Banyak, tapi Berkualitas
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam – STAI Darussalam Kunir Belajar Itu Harus Banyak atau Berkualitas? Atau Keduanya? Pernahkah kita merasa bangga ketika anak mampu menghafal banyak pelajaran, tetapi bingung ketika ditanya makna atau keterkaitan dari apa yang ia hafal? Pertanyaan ini mengajak kita merenung: sebenarnya, apakah…
-
Continue reading →: Mengenal Taksonomi Bloom: Belajar Bukan Sekadar Menghafal
Oleh: Ahmad Farihin. M,Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam – STAI Darussalam Kunir Banyak diantara kita sering beranggapan bahwa keberhasilan belajar hanya diukur dari seberapa banyak anak dapat menghafal pelajaran. Padahal, pendidikan, utamanya di pondok pesantren, jauh lebih luas dari sekadar mengisi kepala dengan informasi. Salah satu konsep yang membantu…
-
Continue reading →: Hati-hati, Golden Child Syndrome Mengintai Anak-anak ‘Membanggakan’!
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam STAI Darussalam Kunir Di sebagian banyak keluarga, biasanya ada satu anak yang dijadikan “kebanggaan” utama keluarga. Ia pandai mengaji, rajin belajar, akhlaknya santun, bahkan setiap prestasinya dibagikan orang tuanya ke grup WhatsApp keluarga dan media sosial. Ia adalah “anak emas”—golden child.…
-
Continue reading →: Sour Grapes dan Rahasia Orang yang Mudah Mengapresiasi
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Penedidikan Islam STAI Darussalam Kunir Pada suatu hari, seekor rubah lapar melihat setandan anggur yang menggantung tinggi di pohon yang merambat keatas. Ia melompat dan terus melompat, namun sekuat tenaga ia mencoba tetap tak pernah berhasil mencapainya. Setelah sekian lama mencoba, ia menyerah…
-
Continue reading →: Bagaimana Orang Tua Menjadi Teman Anak Usia Remaja di Pesantren
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam STAI Darussalam Kunir Suatu hari, di sela kunjungan wali santri, seorang ibu menangis mendengar cerita putranya. Putranya yang baru dua bulan mondok, bercerita bahwa ia sering merasa rindu, bingung, bahkan kadang ingin pulang. Si ibu tidak langsung panik, tidak memintanya berhenti…
-
Continue reading →: Menjaga Kewarasan dengan Ngopi!
Setelah sejak pagi sibuk memenuhi tugas harian dan ada salah satu project yang lumayan riweuh. Kami menyempatkan ngopi bareng ke salah satu coffee shop yang baru saja grand opening kemarin. Makanannya lumayan enak, minumannya juga ok, Manoe Cofee. Lokasinya tepat di bundaran Pujasera Subang. Pusat kotanya Kabupaten Subang. Begitulah hidup,…
-
Continue reading →: Sudah siapkah Ayah Bunda untuk Sambangan Perdana?
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam STAI Darussalam Kunir Suasana pertemuan perdana setelah anak mukim beberapa pekan di pesantren selalu menyimpan haru tersendiri. Di balik senyum yang ditekan dan mata yang berkaca-kaca, ada kerinduan yang tak terbendung antara orang tua dan anak. Tangan yang menggenggam erat, pelukan…
-
Continue reading →: Keistimwaan Orang Tua yang Anaknya Belajar di Pesantren
Oleh: Ahmad Farihin, M.Pd | Dosen Psikologi Pendidikan Islam STAI Darussalam Kunir | Staf Pengasuhan Santri PP. Darussalam Kunir Sebagai orang tua yang anaknya sedang berjuang menempuh pendidikan di pesantren, ada ruang luas untuk bersyukur dari berbagai perspektif. Tidak semua orang diberi kesempatan untuk menitipkan anaknya di lembaga yang fokus…
-
Continue reading →: Tegar Melepas, Ikhlas Menyerahkan: Bekal Hati Orang Tua Saat Memondokkan Anak
Oleh: Ahmad Farihin, M.PdDosen Psikologi Pendidikan Islam Tak ada yang lebih berat dari melepas anak untuk berjuang sendiri. Terlebih ketika anak harus hidup jauh dari pelukan hangat rumah dan beradaptasi dalam dunia baru: dunia pesantren. Tapi Ayah Bunda, ketahuilah bahwa keteguhan hati Ayah Bunda adalah fondasi utama yang menopang kekuatan…
